Senin, 16 Maret 2009
Jangan Ngambek terlalu lama
Sebuah salah pengertian yg mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga. Tatkala nilai akhir sebuah keh id upan sudah terbuka,tetapi segalanya sudah terlambat. Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami, malah telah menghianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini, setelah 2 tahun menikah, saya dansuami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama.
Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya, dia adalah satu-satunya harapan nenek, nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah.Saya terus mengangguk tanda setuju, kami segera menyiapkan sebuah kamar yg menghadap taman untuk nenek, agar dia dapat berjemur,menanam bunga dan sebagainya. Suami berdiri d id epan kamar yg sangat kaya dgn sinarmatahari,t id a k sepatah katapun yg terucap tiba-tiba saja dia mengangkat saya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata:"Mari,kita jemput nenek di kampung".Suami berbadan tinggi besar, aku suka sekali menyandarkan kepalaku ke dadanya yg b id a ng, ada suatu perasaan nyaman dan aman disana. Aku seperti sebuah boneka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalam kantongnya.
Kalau terjadi selisih paham diantara kami, dia suka tiba-tiba mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai aku berteriak ketakutan baru diturunkan.Aku sungguh menikmati saat-saat seperti itu.Kebiasaan nenek di kampung t id a k berubah. Aku suka sekali menghias rumah dengan bunga segar, sampai akhirnya nenek t id a k tahan lagi dan berkata kepada suami:"Istri kamu h id up foya-foya, buat apa beli bunga? Kan bunga t id a k bisa dimakan?" Aku menjelaskannya kepada nenek:"Ibu, rumah dengan bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih gembira."Nenek berlalu sambil mendumel, suamiku berkata sambil tertawa:"Ibu, ini kebiasaan orang kota, lambat laun ibu akan terbiasa juga."Nenek t id a k protes lagi, tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa bunga,dia t id a k bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga itu, setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Setiap membawa pulang barang belanjaan,diaselalu tanya itu berapa harganya ,ini berapa.Setiap aku jawab, dia selalu berdecak dengan suara keras.Suamiku memencet hidungku sambil berkata:"Putriku, kan kamu bisa berbohong.Jangan katakan harga yang sebenarnya."
Lambat laun, keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik.Nenek sangat t id a k bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk dia sendiri, di mata nenek seorang anak laki-laki masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan. Di meja makan, wajah nenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti t id a k mengetahuinya. Nenekselalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok, itulah cara dia protes.
Aku adalah instrukstur tari, seharian terus menari membuat badanku sangat letih, aku t id a k ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi disaat musim dingin. Nenek kadang juga suka membantuku di dapur, tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot, misalnya; diasuka menyimpan semua kantong-kantong bekas belanjaan, dikumpulkan bisa untuk dijual katanya.Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong plastik, dimana-mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulan kantong plastik.
Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan t id a k menggunakan cairan pencuci, agar supaya dia t id a k tersinggung, aku selalu mencucinya sekali lagi pada saat dia sudah idur.Suatu hari, nenek mendapati aku sedangmencuci piring malam harinya, dia segera masukke kamar sambil membanting pintu dan menangis.Suamiku jadi serba salah, malam itu kami tidur seperti orang bisu, aku coba bermanja-manja dengan dia, tetapi dia tidakperduli. Aku menjadi kecewa dan marah."Apa salahku?" Dia melotot sambil berkata:"Kenapa t id a k kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan pring itu bisa membuatmu mati?"
Aku dan nenek tida k bertegur sapa untuk waktu yg cukup lama, suasana mejadi kaku. Suamiku menjadi sangat kikuk, t id a k tahu harus berpihak pada siapa? Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur, setiap pagi dia selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya, suatukebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap, dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku,seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri?
Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu, aku selalu membeli makanan diluar pada saat berangkat kerja. Saat t id ur, suami berkata:"Ludi, apakah kamu merasa masakan ibu t id a k enak dan t idak bersih sehingga kamu t id a k pernah makan di rumah?" sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku.Dan dia akhirnya berkata:"Anggaplah ini sebuah permintaanku, makanlah bersama kami setiap pagi."Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serbacanggung itu.Pagi itu nenek memasak bubur, kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu perasaan yg sangat mual menimpaku, seakan-akan isi perut mau keluar semua.Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi, sampai disana aku segera mengeluarkan semua isi perut. Setelah agak reda, aku melihat suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yg tajam, diluar sana terdengar suara tangisan nenek dan berkata-kata dengan bahasa daerahnya. Aku terdiam dan terbengong tanpa bisa berkata-kata. Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian!.
Pertama kali dalam perkawinanku, aku bertengkar hebat dengan suamiku, nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh..suamiku segera mengejarnya keluar rumah.Menyambut anggota baru tetapi dibayar dengan nyawa nenek.Selama 3 hari suamiku t id a k pulang ke rumah dan t id a k juga meneleponku.Aku sangat kecewa, semenjak kedatangan nenek di rumah ini, aku sudah banyak mengalah, mau bagaimana lagi?
Entah kenapa aku selalu merasa mual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang kacau, sungguh sangat menyebalkan. Akhirnya teman sekerjaku berkata:"LuDi, sebaiknya kamu periksa ke dokter."Hasil pemeriksaan menyatakan aku sedang hamil. Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu. Sebuah berita gembira yg terselip juga kesedihan. Mengapa suami dan nenek sebagai orang yg berpengalaman t id a k berpikir sampai sejauh itu?
Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku, 3 hari t id a k bertemu dia berubah drastis, muka kusut kurang t id ur, aku ingin segera berlalu tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya. Dia melihat ke arahku tetapi seakan akan t id a k mengenaliku lagi, pandangan matanya penuh dengan kebencian dan itu melukaiku. Aku berkata pada dirikusendiri, jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi. Padahal aku ingin memberitahunya bahwa kami akan segera memiliki seorang anak. Dan berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun tetapi..... mimpiku tidak menjadi kenyataan. Didalam taksi air mataku mengalir dengan deras. Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangat buruk?
Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi, memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian, aku menangis dengan sedihnya. Tengah malam,aku mendengar suara orang membuka laci, aku menyalakan lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedang mengambil uang dan buku tabungannya. Aku menatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata. Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu.Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku. Sungguh lelaki yg sangat picik, dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang. Aku tersenyum sambil menitikan air mata.
Aku tidak masuk kerja keesokan harinya, aku ingin secepatnya membereskan masalah ini, aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di kantornya.Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya ygmelihatku dengan wajah bingung."Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit. Mulutku terbuka lebar.
Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya, nenek sudah meninggal. Suamiku t id a k pernah menatapku, wajahnya kaku. Aku memandang jasad nenek yg terbujur kaku. Sambil menangis aku menjerit dalamhati:"Tuhan, mengapa ini bisa terjadi?"Sampai selesai upacara pemakaman, suamiku t id a k pernah bertegur sapa denganku,jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan kebencian.Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain, pagi itu nenek berjalan ke arah terminal, rupanya dia mau kembali ke kampung. Suamiku mengejar sambil berlari, nenek juga berlari makin cepat sampai t id a k melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang.
Aku baru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian. Jika akut id a k muntah pagi itu, jika kami t id a k bertengkar,jika............dimatanya, akulah penyebab kematian nenek.Suamiku pindah ke kamar nenek, setiap malam pulang kerja dengan badan penuh dengan bau asap rokok dan alkohol. Aku merasa bersalah tetapi juga merasa harga diriku terinjak-injak. Aku ingin menjelaskan bahwa semua ini bukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyai anak. Tetapi melihat sinar matanya, aku t id a k pernah menjelaskan masalah ini. Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya walaupun ini bukan salahku.
Waktu berlalu dengan sangat lambat.Kami hidup serumah tetapi seperti tidak mengenal satu sama lain. Dia pulang makin larut malam. Suasana tegang didalam rumah.Suatu hari, aku berjalan melewati sebuah café, melalui keremangan lampu dan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita didalam. Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra. Aku tertegun dan mengerti apa yg telah terjadi. Aku masuk kedalam dan berdiri di depan mereka sambil menatap tajam kearahnya. Aku tidak menangis juga tidak berkata apapun karena aku juga t id a k tahu harus berkata apa. Sang gadis melihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu. Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidak kalah tajam dariku. Suara detak jangtungku terasa sangat keras, setiap detak suara seperti suara menuju kematian.Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mereka, jika tidak..mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mereka.
Malam itu dia tidak pulang ke rumah. Seakan menjelaskan padaku apa yang telah terjadi. Sepeninggal nenek, rajutan cinta kasih kami juga sepertinya telah berakhir. Dia tid k kembali lagi ke rumah, kadang sewaktu pulang ke rumah, aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar.Aku tahu dia kembali mengambil barang-barang keperluannya. Aku tidak ingin menelepon dia walaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semua ini. Tetapi itu t id a k terjadi........., semua berlalubegitu saja.
Aku mulai h id up seorang diri, pergi check kandungan seorang diri. Setiap kali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama, hati ini serasa hancur. Teman-teman menyarankan agar aku membuang saja bayiini, tetapi aku seperti orang yg sedang histeris mempertahankan miliknya. Hitung-hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidak bersalah."Suatu hari pulang kerja,aku melihat dia duduk didepan ruang tamu.Ruangan penuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja, t id a k perlu tanya aku juga tahu surat apa itu.2 bulan hidup sendiri, aku sudah bisa mengontrol emosi.
Sambil membuka mantel dan topi aku berkata kepadanya:""Tunggu sebentar, aku akan segera menanda tanganinya"".Dia melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku. Aku berkata pada diri sendiri, jangan menangis, jangan menangis. Mata ini terasa sakit sekali tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar.Selesai membuka mantel, aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikan perutku yg agak membuncit.
Sambil duduk di kursi, aku menanda tangani surat itu dan menyodorkan kepadanya.""LuDi, kamu hamil?"" Semenjak nenek meninggal, itulah pertama kali dia berbicara kepadaku. Aku tidak bisa lagi membendung air mataku yg menglir keluar dengan derasnya. Aku menjawab:""Iya, tetapi tidak apa-apa. Kamu sudah boleh pergi"".Dia tidak pergi, dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan. Perlahan-lahan dia membungkukan badannya ke tanganku, airmatanya terasa menembus lengan bajuku.
Tetapi di lubuk hatiku, semua sudah berlalu, banyak hal yg sudah pergi dan t id a k bisa diambil kembali."Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata:"Maafkan aku, maafkan aku". Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak bisa.
Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan.Cinta diantara kami telah ada sebuah luka yg menganga. Semua ini adalah sebuah akibat kesengajaan darinya.Berharap dinding es itu akan mencair, tetapi yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.Hanya sewaktu memikirkan bayiku, aku bisa bertahan untuk terus hidup.
Terhadapnya, hatiku dingin bagaikan es, tidak pernah menyentuh semua makanan pembelian dia, tidak menerima semua hadiah pemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya. Sejak menanda tangani surat itu, semua cintaku padanya sudah berlalu, harapanku telah lenyap tidak berbekas.
Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku, aku segera berlalu ke ruang tamu, dia terpaksa kembali ke kamar nenek. Malam hari, terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidak perduli. Itu adalah permainan dia dari dulu. Jika aku t id a k perduli padanya, dia akan berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan bertanya apa yang sakit.
Dia lalu akan memelukku sambil tertawa terbahak-bahak. Dia lupa........, itu adalah dulu, saat cintaku masih membara, sekarang apa lagi yg aku miliki?Begitu seterusnya, setiap malam aku mendengar suara orang mengerang sampai anakku lahir. Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang perlengkapan bayi, perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untuk anak-anak. Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan barang-barang.
Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak bergeming. Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar, malam hari dari kamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer. Mungkin dia lagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku. Bagiku itu bukan lagi suatu masalah.
Suatu malam di musim semi, perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku berteriak dengan suara yg keras. Dia segera berlari masuk ke kamar, sepertinya dia tidak pernah tidur. Saat inilah yg ditunggu-tunggu olehnya. Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit.Sepanjang jalan, dia mengenggam dengan erat tanganku, menghapus keringat dingin yg mengalir di dahiku.
Sampai di rumah sakit, aku segera digendongnya menuju ruang bersalin. Di punggungnya yg kurus kering, aku terbaring dengan hangat dalam dekapannya. Sepanjang hidupku, siapa lagi yg mencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia?Sampai dipintu ruang bersalin, dia memandangku dengan tatapan penuh kasih sayang saat aku didorong menuju persalinan, sambil menahan sakit aku masih sempat tersenyum padanya. Keluar dari ruang bersalin, dia memandang aku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyum bahagia. Aku memegang tangannya, dia membalas memandangku dengan bahagia, tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai.
Aku berteriak histeris memanggil namanya.Setelah sadar, dia tersenyum tetapi t id a k bisa membuka matanya...aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya, tetapi kenyataannya t id a k demikian, aku tidak pernah merasakan sesakit saat ini. Kata dokter, kanker hatinya sudah sampai pada stadium mematikan, bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuah mukjijat. Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu kata dokter, bersiap-siaplah menghadapi kemungkinan terburuk.
Aku tidak lagi perduli dengan nasehat perawat, aku segera pulang ke rumah dan ke kamar nenek lalu menyalakan komputer.Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya, aku masih berpikir dia sedang bersandiwara....
Sebuah surat yg sangat panjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami."Anakku, demi dirimu aku terus bertahan, sampai aku bisa melihatmu. Itu adalah harapanku. Aku tahu dalam hidup ini, kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan kekecewaan, sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu. Didalam komputer ini, ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup yg akan kamu hadapi. Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah.""
"Anakku, selesai menulis surat ini, ayah merasa telah menemanimu h id up selama bertahun -tahun. Ayah sungguh bahagia. Cintailah ibumu, dia sungguh menderita, dia adalah orang yg paling mencintaimu dan adalahorang yg paling ayah cintai"".Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK, SD, SMP, SMA sampai kuliah, semua tertulis dengan lengkap d id a lamnya. Dia juga menulis sebuah surat untukku."
"Kasihku, dapat menikahimu adalah hal yg paling bahagia aku rasakan dalam h id up ini. Maafkan salahku, maafkan aku t id a k pernah memberitahumu tentang penyakitku. Aku t id a k mau kesehatan bayi kita terganggu oleh karenanya. Kasihku, jika engkau menangis sewaktu membaca surat ini, berarti kau telah memaafkan aku.
Terima kasih atas cintamu padaku selama ini. Hadiah-hadiah ini aku t id a k punya kesempatan untuk memberikannya pada anak kita. Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahun pemberian padanya"". "
Kembali ke rumah sakit, suamiku masih terbaring lemah. Aku menggendong anak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata: "Sayang, bukalah matamu sebentar saja, lihatlah anak kita. Aku mau dia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya". Dengan susah payah dia membuka matanya, tersenyum..............anak itu tetap dalam dekapannya, dengan tangannya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurus dan lemah.
Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di tangan sambil berurai air mata.............
Teman2 terkasih, aku sharing cerita ini kepada kalian, agar kita semua bisa menyimak pesan dari cerita ini.Mungkin saat ini air mata kalian sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis, ingatlah pesan dari cerita ini :"Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantarakalian yg saling mengasihi, sebaiknya utarakanlah jangan simpan d id a lam hati. Siapa tau apa yg akan terjadi besok? Ada sebuah pertanyaan: Jika kita tahu besok adalah hari kiamat, apakah kita akan menyesali semua halyg telah kita perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanya menjadi terlambat, pikirlah matang2 semua yg akan kita lakukan sebelum kita menyesalinya seumur h id up.
Nia Note :
sebuah kejadian yg timbul, hanya karna masing2 pasangan mempertahankan ego nya..
Bingkailah cinta karna Alloh,, agar setiap bahagia dan duka,, gembira dan luka,,, akan selalu berada pada koridorNya..
Belajar lah untuk mengerti orang yang kelak kita cintai, bukan meminta untuk selalu dimengerti..
akhirnya.... hanya cinta yang bermuara pada Alloh lah...yg kelak, akan menjejak di syurgaNya..
InsyaAlloh...
Selasa, 02 Desember 2008
kata kata hikmah
Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan. Masihkah Kita menyakitkan-nya? Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaan-nya? Mencaki maki-nya? Melawan-nya? Memukul-nya? Mengacuhkan-nya? Meninggalkan-nya? Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil, Memberikan ASI waktu kita bayi, Mencuci celana kotor kita, Menahan derita, Menggendong kita sendirian. SADARILAH bahwa di Dunia ini ga da 1 orang pun yang mau mati demi IBU, tetapi..... Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita....
Kebahagiaan itu letaknya di hati yang mampu menyukuri seluruh nikmat yang Allah berikan. Pada jiwa yang senantiasa mendambakan keridhaan Allah. Pada pikiran yang senantiasa tersibghah dalam kebenaran. Kebahagiaan itu bersumber dari keimanan yang mendalam, ketundukkan yang tulus atas ketentuan Allah, kelapangan hati dalam menerima perintah dan laranganNya. (Cahyadi Takariawan, Di Jalan Dakwah Aku Menikah)
" Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu} dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia." " Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan besar." "Dan jika mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Fushshilat : 34-36)
Perlakukan orang baik dan tidak baik dengan kebaikan. Dengan itu kebaikan sejati teraih. Bersikap jujurlah pada orang jujur dan tidak jujur. Dengan ini kejujuran sejati terengkuh
7 Habits Islamy
7 Habit Islamy ini, diambil dari sebuah buku, dengan judul yang sama, tapi ana lupa pengarangnya (cuma liat sekilas aja di toko buku samping Al Hikmah --jujur on-- belum sempet beli (^_^) v...)
7 Habit ini, diambil dari surah Al Fatihah, dengan permulaan ayat pertama dari basmalah.. langsung ana terjemahkan arti dan maknanya dalam 7 keseharian kita saja ya...oya rumus formulanya adalah B 5 KB
1. Dengan Nama Alloh Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
( maknanya : basmillah (mengucap bismillah) dalam setiap melakukan sesuatu )
2. Segala Puji Hanya Bagi Alloh
( maknanya : bersyukur atas apapun yang Alloh beri)
3. Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
( maknanya : Berhusnuzhon akan Alloh)
4. Yang Menguasai hari pembalasan
( maknanya : Berorientasi pada hari akhir)
5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah
( maknanya : Berdo'alah selalu kepada Alloh)
6. Tunjukilah kami jalan yang lurus
( maknanya : Konsisten terhadap jalan yang lurus)
7. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan
( maknanya : Becermin kepada orang orang yang telah Alloh beri nikmat kepada
demikian 7 habits islamy nya, mohon maaf jika ada yg terlupa dan salah.... semoga manfaat, do'akan bisa beli buku nya bulan ini..biar bisa di share...
Rabu, 19 November 2008
Andai
Bahwa jiwa tak semudahnya dijaga
Bahwa hati sebegitu mudahnya terkotori
Maka tentu ia akan memilih langkah
Maka pasti ia akan menjaga kata
Dari segala sesuatu yang dengan gampangnya menodai
Andai kaum adam tahu
Bahwa hawa begitu beratnya menahan rasa
Bahwa hawa begitu kuatnya menunggu waktu
Bahwa hawa begitu kerasnya menjaga diri
Dari segala sesuatu yang mampu melenakan
Maka tentu adam akan berbuat dengan lebih santun
Memandang dengan lebih arif
Dari segala sesuatu yang dengan gampangnya merusak diri
Andai Kaum adam tahu
Bahwa hawa dengan mudahnya mampu menjadi fitnah
Bahwa hawa dengan santainya mampu menggoda
Maka Tentu adam akan lebih berhati hati bergaul dengan hawa
Maka Tentu adam akan lebih menjaga diri dari interaksi lebih terhadapnya
Agar tak terjerumus mereka ke dalam lingkar syaithon
Wahai kaum adam
Padamu Alloh titipkan amanah untuk menjadi qawwam
Dari shulbi sebelah kirimu lah aku tercipta
Maka jagalah aku dengan sebaik-baik penjagaan mu
Lindungilah aku, dengan sebaik-baik perlindungan mu
Ingatlah !!!
Aku adalah shulbi yang lemah
Jika kau biarkan aku melangkah sendiri…
maka tak akan pernah bisa aku beranjak lurus
Dan jika kau keraskan laku mu terhadap ku,
maka jangan menyesal jika kelak aku patah
Wahai kaum adam
Sungguh engkaulah sang pemimpin itu
Engkaulah yang diamanahi Alloh untuk membimbingku
Maka jangan biarkan aku,
seorang teman yang memang sudah Alloh ciptakan untuk mu
Hanya berjalan dalam pengetahuanku, melangkah tanpa nahkoda mu
Ukhty mu
7 November 2008 : 14. 45
Sabtu, 25 Oktober 2008
salam dari ana
Ketika sebuah cahaya hidayah hadir, ana berharap agar cahaya ini terus menerus ada dalam relung qalbu terdalam. Berharap agar setiap kata yang dilihat, setiap apa yang ditulis, setiap apa yang dirasakan dari ruang ini, mampu memberi hikmah dalam mengarungi perjalanan hidup yang penuh dengan rahasia Indah dari Alloh.
Jadi..jangan ragu untuk menulis. Karena setiap kita akan pergi, dan disaat kita pergi, tinggalkan pesan-pesan berharga untuk orang-orang yang kita cintai.
Semoga Alloh ridhoi, apa-apa yang kita niatkan.. Mohon maaf, jika kelak, ana akan sangat jarang sekali memposting di blog ini. Bukan muncul keengganan, insyaAlloh, dimanapun ana berada, tuts-tuts ini tetap menghentak, untuk mewakili setiap rasa yang muncul dalam kehidupan ana. Adalah koneksi ana di dunia maya, kini mulai dibatasi, (“,), tapi jangan khawatir...jika muncul sebuah kesempatan, akan ana posting, tiap kata yang memang telah ana siapkan untuk dibagi dengan kalian semua.
Salam ukhuwah…
Ukhtukum fillah
Nia Al Akhfiya'
Kata
Ahad, 19 Oktober 2008
Sebuah kata yang tersusun dalam rangkaian kalimat, mungkin senantiasa kita luncurkan setiap harinya dalam kehidupan kita. Entah itu, kata-kata hikmah, candaan, teguran, atau bahkan mungkin cacian bahkan makian.
Kata. Sungguh jika ia bisa bicara, tentu ia ingin agar setiap ekstase yang dihasilkan dari tiap sumbangannya, adalah menjadi sebuah kalimat yang penuh dengan makna. Pun jika ia tak sepenuhnya bemakna, tapi sudah tentu, ia ingin agar jangan sampai, sumbangsihnya dalam susunan kalimat, tak menjadikan telinga orang-orang yang mendengarnya menjadi enggan, muak atau bahkan sampai pada proses kemarahan yang sangat.
Adalah kata, ia hanya merupakan hanya sebuah alat, hanyalah sebuah sarana untuk menyampaikan apa yang kita rasa, apa yang kita inginkan dan harapkan dari orang yang mendengarnya. Maka kita lah penentunya, kitalah yang bisa menggunakan, mengarahkan, akan dibawa kemana kata-kata itu akan diluncurkan. Ke sebuah lembah yang berujung kebahagiaan bagi orang lain, atau berakhir pada kebencian yang tersulut tanpa bisa dipadamkan bara kemarahannya.
Wallohu a’lam
(sebuah catatan ketika ada di kursi MGI bandung-Depok,)
saat supir MGI sedang beradu mulut dgn supir angkot Depok
Rabu, 15 Oktober 2008
Award lagi award lagi... (^_^)
Sepagi ini, ana dikasih award lagi. Terimakasih untuk iam yang selalu rajin memberikan award, dan tahu..? posisi ana menerima award, ditempatkan pada urutan pertama.
Duh, jadi tambah seneng. Biasanya kan, ana selalu ditempatkan diposisi kedua.hehe..
Kalo boleh terus terang dan terang terus (iklan on blogspot) awardnya ada 5, tapi..berhubung award yang satu, ada gambar akhwat ga pake jilbabnya,,hummm,,,, ana masih ragu menampilkan. hehe. Nunggu keputusan dari MIQ (My Inside Qalbu) dulu.
gayanya.....(^_^)/
tapi sekali lagi.....
Syukron terimakasih xie xie arigato untuk iam...
Senin, 13 Oktober 2008
Ingin ku, ingin mu, ingin kita

Sunnatullah, tatkala ada pertemuan maka pasti ada perpisahan. Saat ada kebaikan, maka disisinya, juga pasti selalu membayangi kejahatan. Karena begitulah sebuah keseimbangan(tawazun) yang memang telah ditetapkan oleh Alloh.
Apalah gunanya keindahan terang rembulan, jika gelap malam tak menghiasi?, apalah guna rintik hujan, jika panas matahari tak menyelimuti?.
Maka biarkan saja, nikmati saja....
Setiap kejutan kejutan kecil, yang memang sudah Alloh ciptakan untuk kita. Biarlah goresan goresan itu tetap ada. Biarkan suka itu datang, duka itu mengikuti. Karena inilah metamorfosa hidup yang sesungguhnya.
Bersabarlah akan ketetapan yang telah Alloh hadirkan untuk kita. Walau kalaulah boleh berucap jujur, ingin ku dan ingin mu, ingin kita, tak kan pernah ada sebuah kata bernama "perpisahan" dalam setiap momentum bernama "pertemuan" yang kita temui. (",)
yang tercinta...
Percayalah..
Bahwa Alloh hanya inginkan yang terbaik untuk kita, bahwa Alloh telah mempersiapkah hadiah untuk kita di syurgaNya kelak...
yang tercinta...
Biarkan perpisahan ini tetap ada, biarkan ia menjadi bumbu yang bernama "rindu", biarkan ia menjadi kasih sayang yang selamanya akan selalu bertumpuk. Agar kelak, saat kita bertemu lagi, akan terucap sebuah kalimat "akhukum fillah, uhubbukum fillah wa lillaah...."
Karena ingin ku, ingin mu, ingin kita,
tak selamanya menjadi keinginan Alloh....
(^_^)/
ukhty mu
--mencoba merangkai senyum, ditengah airmata--
Arti cinta

Padahal sejatinya cinta adalah, ketika kita bisa memberikan kebahagiaan bagi orang yang dicintai, bukan berharap menerima kebahagiaan dari orang yang dicintai.
Cinta adalah bagaimana kita belajar memahami orang yang kita cintai, bukan bagaimana kita berharap dipahami oleh orang yang kita cintai.
Cinta adalah, bagaimana kita tetap memposisikan cinta kepada Alloh dan Rasul Nya, diatas apapun yang kita cintai. Bukan lantas merubah posisi cinta kepada Alloh dan Rasul Nya, tatkala kita sudah di izinkan Alloh menemukan sulbi pasangan kita.
Sepedih pedihnya luka yang dibuat oleh orang yang kita cintai, masih lebih indah, ketimbang luka yang dibuat oleh orang-orang yang kita benci.
Ingatlah... Cintai seseorang itu biasa saja, karena boleh jadi, suatu saat ia akan menjadi orang yang engkau benci. Dan bencilah seseorang biasa saja, karena bolehlah jadi, suatu saat ia akan menjadi orang yang engkau cintai.
(catatan ketika dibanjarnegara)
Ahad 5 Oktober 2008, 20.00
Jumat, 26 September 2008
Ketika maaf terucap...

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Saudara-saudari ku, yang disayangi Alloh
Jika hari ini aku terlalu gembira,
Sadarkan lah aku dengan larangan Alloh.
Jika ku bersedih tanpa kata,
Bujuklah aku dengan tarbiyah dari Sang Pencipta
Jika aku lemah tak berdaya,
Ingatkanlah aku dengan kehebatan syurga.
Jika diantara kita ada tembok yang memisahkan,
Ajak aku untuk merobohkannya segera.
Jika pernah hatimu terluka karena aku,
Katakanlah pada ku agar aku berubah.
Dan jika esok aku terlena dan tak terjaga,
Iringkanlah lena ku dengan alunan do’a tulus mu.
Berjanjilah….
Ukhuwah ini hanya karena Alloh…
Bertemu karena Alloh
Berpisah karena Alloh
Jika suatu saat, kita tak lagi berjumpa
Do’akan aku dalam tiap-tiap sujud mu
Agar kelak
Kita bertemu di syurgaNya
Berdampingan.
Taqobbalallohu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum
Maafkan
Semoga madrasah ramadhan,
menjadikan kita insan muttaqin, dibulan bulan selanjutnya…
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H
( Nia & Keluarga )
Selasa, 23 September 2008
Ketika cinta hadir,,,,
Suatu hari Fatimah binti Rasulullah Saw, berkata kepada Sayidina Ali, suaminya.
"Wahai kekasihku, sesunguhnya aku pernah menyukai seorang pemuda ketika aku masih gadis dulu."
"O ya," tanggap Sayidina Ali dengan wajah sedikit memerah. "Siapakah lelaki terhormat itu, dinda?"
"Lelaki itu adalah engkau, sayangku," jawabnya sambil tersipu, membuat sayidina Ali tersenyum dan semakin mencintai isterinya.
Percakapan romantis Siti Fatimah dengan Sayidina Ali di atas mungkin sudah menjadi hal biasa bagi para suami isteri. Tetapi tidak bagi mereka yang belum menikah. Percakapan-percakap an romantis yang sering ditemukan dalam buku-buku pernikahan itu sungguh sangat imajinatif bagi para lajang yang sudah merindukan pernikahan, sekaligus juga misteri, apakah ia bisa seromantis Siti Fatimah dan Sayidina Ali?
Alangkah bahagianya, seorang pemuda yang sejak lama memimpikan obrolan-obrolan romantis akhirnya sampai di terminal harapan, sebuah pernikahan suci. Apa yang selama ini menjadi imajinasinya saat itu akan ia ungkapkan kepada isterinya. "Wahai kekasihku, ada satu kata yang dari dulu terpenjara di hatiku dan ingin sekali kukatakan kepadamu, aku mencintaimu. "
Tetapi, kebahagiaan ini hanya milik mereka yang telah dikaruniai kemampuan untuk mengikat perjanjian yang berat (mitsaqan ghalidha), pernikahan itu. Bagi mereka yang masih harus melajang, semuanya masih hanya mimpi yang terus menggoda.
Terkadang, ada pemuda yang tidak kuat melawan godaan imajinasinya. Keinginan untuk mengungkapkan cinta itu tiba-tiba sangat besar sekali. Tetapi kepada siapa perasaan itu harus diungkapkan? Sementara isteri belum punya, kekasih pun tidak ada. Karena kata pacaran sudah lama dihapus dalam kamus remajanya. Tapi, dorongan itu begitu besar, begitu dahsyat.
Awalnya, kuat. Sampai tibalah sebuah perjumpaan. Sebuah rapat koordinasi di organisasi kemahasiswaan atau dalam tugas kelompok dari sekolah telah mempertemukan dua pesona. Imajinasi itu kembali menari-nari.
"Nampaknya, dibalik jilbabnya yang rapi ia adalah gadis yang kuimpikan selama ini."
"Oh, ketegasannya sesuai dengan penampilannya yang kalem, dia mungkin yang kuharapkan."
Dan cinta itu hadir.
Tetapi, sudahkah saatnya cinta itu diucapkan? Padahal mengikat perjanjian yang berat belum sanggup dilakukan. Lalu apa yang harus dilakukan ketika dorongan untuk mengatakan perasaan semkain besar, teramat besar? Hingga perjumpaan dengannya jadi begitu mengasyikkan; menerima sms-nya menjadi kebahagiaan; berbincang dengannya menjadi kenikmatan; berpisah dengannya menjadi sebuah keberatan; ketidakhadirannya adalah rasa kehilangan.
Indah. Tapi ini adalah musibah! Interaksi muslim dan muslimah yang semakin longgar telah menggiring mereka kepada dua dinding dilema yang semakin menyempit dan begitu menekan. Cinta terlanjur hadir. Meski indah tapi bermasalah. Mau menikah, persiapan belum cukup atau kondisi belum mendukung. Menunggu pernikahan, seminggu saja serasa setahun. Melepaskan dan memutuskan komunikasi, cinta terlanjur bersemi. Menjalani interaksi seperti biasa, semuanya membuat hati semakin merasa bersalah.
Apa yang bisa dijadikan solusi? Jawabannya akan sangat panjang lebar jika yang dijadikan landasan adalah realita dan logika. Tetapi, marilah kita bicara dengan nurani dan keimanan, agar semua bisa terselesaikan dengan cepat dan tuntas.
Tanyakan kepada nurani tentang keimanan yang bersemayam di dalamnya? Masihkah memiliki kekuatan untuk mempertahankan Allah sebagai nomor satu dan satu-satunya? Dengan kekuatan iman, cinta kepada Allah bisa mengeliminir cinta kepada seseorang yang telah menjauhkan dari keridhaan-Nya. Cinta macam apa yang menjauhkan diri dari keridhaan Allah? Untuk apa mempertahankan cinta yang akhirnya membuahkan benci Dzat yang sangat kita harapkan cinta-Nya?
Tanyakan pada keimanan dan nurani, siapa yang lebih dicintai, Allah ataukah "dia"?
"Qul Aamantu Billahi tsummastaqim! " (al-Hadits)
Wallahu a'lam.
Jumat, 05 September 2008
Cinta dan Mencintai Alloh
Imam Ibnu Qayyim mengatakan, "Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; memba-tasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka ba-tasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.
Kebanyakan orang hanya membe-rikan penjelasan dalam hal sebab-musabab, konsekuensi, tanda-tanda, penguat-penguat dan buah dari cinta serta hukum-hukumnya. Maka batasan dan gambaran cinta yang mereka berikan berputar pada enam hal di atas walaupun masing-masing berbeda dalam pendefinisiannya, tergantung kepada pengetahuan,kedudukan, keadaan dan penguasaannya terhadap masalah ini. (Madarijus-Salikin 3/11)
Beberapa definisi cinta:
1. Kecenderungan seluruh hati yang terus-menerus (kepada yang dicintai).
2. Kesediaan hati menerima segala keinginan orang yang dicintainya.
3. Kecenderungan sepenuh hati untuk lebih mengutamakan dia daripada diri dan harta sendiri, seia sekata dengannya baik dengan sembunyi-sebunyi maupun terang-terangan, kemudian merasa bahwa kecintaan tersebut masih kurang.
4. Mengembaranya hati karena men-cari yang dicintai sementara lisan senantiasa menyebut-nyebut namanya.
5. Menyibukkan diri untuk menge-nang yang dicintainya dan menghinakan diri kepadanya.
PEMBAGIAN CINTA
1. Cinta ibadah
Ialah kecintaan yang menyebabkan timbulnya perasaan hina kepadaNya dan mengagungkanNya serta bersema-ngatnya hati untuk menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala larangaNya.
Cinta yang demikian merupakan pokok keimanan dan tauhid yang pelakunya akan mendapatkan keutamaan-keutamaan yang tidak terhingga.
Jika ini semua diberikan kepada selain Allah maka dia terjerumus ke dalam cinta yang bermakna syirik, yaitu menyekutukan Allah dalam hal cinta.
2. Cinta karena Allah
Seperti mencintai sesuatu yang dicintai Allah, baik berupa tempat tertentu, waktu tertentu, orang tertentu, amal perbuatan, ucapan dan yang semisalnya. Cinta yang demikian termasuk cinta dalam rangka mencintai Allah.
3. Cinta yang sesuai dengan tabi'at (manusiawi),
yang termasuk ke dalam cintai jenis ini ialah:
1. Kasih-sayang, seperti kasih-sayangnya orang tua kepada anaknya dan sayangnya orang kepada fakir-miskin atau orang sakit.
2. Cinta yang bermakna segan dan hormat, namun tidak termasuk dalam jenis ibadah, seperti kecintaan seorang anak kepada orang tuanya, murid kepada pengajarnya atau syaikhnya, dan yang semisalnya.
3. Kecintaan (kesenangan) manusia kepada kebutuhan sehari-hari yang akan membahayakan dirinya kalau tidak dipenuhi, seperti kesenangannya kepada makanan, minuman, nikah, pakaian, persaudaraan serta persahabatan dan yang semisalnya.
Cinta-cinta yang demikian termasuk dalam kategori cinta yang manusiawi yang diperbolehkan. Jika kecintaanya tersebut membantunya untuk mencintai dan mentaati Allah maka kecintaan tersebut termasuk ketaatan kepada Allah, demikian pula sebaliknya.
KEUTAMAAN MENCINTAI ALLAH
1. Merupakan Pokok dan inti tauhid
Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Sa'dy, "Pokok tauhid dan inti-sarinya ialah ikhlas dan cinta kepada Allah semata. Dan itu merupakan pokok dalam peng- ilah-an dan penyembahan bahkan merupakan hakikat ibadah yang tidak akan sempurna tauhid seseorang kecuali dengan menyempurnakan kecintaan kepada Rabb-nya dan menye-rahkan seluruh unsur-unsur kecintaan kepada-Nya sehingga ia berhukum hanya kepada Allah dengan menjadikan kecintaan kepada hamba mengikuti kecintaan kepada Allah yang dengannya seorang hamba akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenteraman. (Al-Qaulus Sadid,hal 110)
2. Merupakan kebutuhan yang sangat besar melebihi makan, minum, nikah dan sebagainya.
Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah berkata: "Didalam hati manusia ada rasa cinta terhadap sesuatu yang ia sembah dan ia ibadahi ,ini merupakan tonggak untuk tegak dan kokohnya hati seseorang serta baiknya jiwa mereka. Sebagaimana pula mereka juga memiliki rasa cinta terhadap apa yang ia makan, minum, menikah dan lain-lain yang dengan semua ini kehidupan menjadi baik dan lengkap.Dan kebutuhan manusia kepada penuhanan lebih besar daripada kebutuhan akan makan, karena jika manusia tidak makan maka hanya akan merusak jasmaninya, tetapi jika tidak mentuhankan sesuatu maka akan merusak jiwa/ruhnya. (Jami' Ar-Rasail Ibnu Taymiyah 2/230)
3. Sebagai hiburan ketika tertimpa musibah
Berkata Ibn Qayyim, "Sesungguh-nya orang yang mencintai sesuatu akan mendapatkan lezatnya cinta manakala yang ia cintai itu bisa membuat lupa dari musibah yang menimpanya. Ia tidak merasa bahwa itu semua adalah musibah, walau kebanyakan orang merasakannya sebagai musibah. Bahkan semakin menguatlah kecintaan itu sehingga ia semakin menikmati dan meresapi musibah yang ditimpakan oleh Dzat yang ia cintai. (Madarijus-Salikin 3/38).
4. Menghalangi dari perbuatan maksiat.
Berkata Ibnu Qayyim (ketika menjelaskan tentang cinta kepada Allah): "Bahwa ia merupakan sebab yang paling kuat untuk bisa bersabar sehingga tidak menyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya. Karena sesungguhnya seseorang pasti akan mentaati sesuatu yang dicintainya; dan setiap kali bertambah kekuatan cintanya maka itu berkonsekuensi lebih kuat untuk taat kepada-Nya, tidak me-nyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya.
Menyelisihi perintah Allah dan bermaksiat kepada-Nya hanyalah bersumber dari hati yang lemah rasa cintanya kepada Allah.Dan ada perbeda-an antara orang yang tidak bermaksiat karena takut kepada tuannya dengan yang tidak bermaksiat karena mencintainya.
Sampai pada ucapan beliau, "Maka seorang yang tulus dalam cintanya, ia akan merasa diawasi oleh yang dicintainya yang selalu menyertai hati dan raganya.Dan diantara tanda cinta yang tulus ialah ia merasa terus-menerus kehadiran kekasihnya yang mengawasi perbuatannya. (Thariqul Hijratain, hal 449-450)
5. Cinta kepada Allah akan menghilangkan perasaan was-was.
Berkata Ibnu Qayyim, "Antara cinta dan perasaan was-was terdapat perbe-daan dan pertentangan yang besar sebagaimana perbedaan antara ingat dan lalai, maka cinta yang menghujam di hati akan menghilangkan keragu-raguan terhadap yang dicintainya.
Dan orang yang tulus cintanya dia akan terbebas dari perasaan was-was karena hatinya tersibukkan dengan kehadiran Dzat yang dicintainya tersebut. Dan tidaklah muncul perasaan was-was kecuali terhadap orang yang lalai dan berpaling dari dzikir kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala , dan tidaklah mungkin cinta kepada Allah bersatu dengan sikap was-was. (Madarijus-Salikin 3/38)
6. Merupakan kesempurnaan nikmat dan puncak kesenangan.
Berkata Ibn Qayyim, "Adapun mencintai Rabb Subhannahu wa Ta'ala maka keadaannya tidaklah sama dengan keadaan mencin-tai selain-Nya karena tidak ada yang paling dicintai hati selain Pencipta dan Pengaturnya; Dialah sesembahannya yang diibadahi, Walinya, Rabb-nya, Pengaturnya, Pemberi rizkinya, yang mematikan dan menghidupkannya. Maka dengan mencintai Allah Subhannahu wa Ta'ala akan menenteramkan hati, menghidupkan ruh, kebaikan bagi jiwa menguatkan hati dan menyinari akal dan menyenangkan pandangan, dan menjadi kayalah batin. Maka tidak ada yang lebih nikmat dan lebih segalanya bagi hati yang bersih, bagi ruh yang baik dan bagi akal yang suci daripada mencintai Allah dan rindu untuk bertemu dengan-Nya.
Kalau hati sudah merasakan manisnya cinta kepada Allah maka hal itu tidak akan terkalahkan dengan mencintai dan menyenangi selain-Nya. Dan setiap kali bertambah kecintaannya maka akan bertambah pula pengham-baan, ketundukan dan ketaatan kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan membebaskan diri dari penghambaan, ketundukan ketaatan kepada selain-Nya."(Ighatsatul-Lahfan, hal 567)
ORANG-ORANG YANG DICINTAI ALLAH Subhannahu wa Ta'ala
Allah Subhannahu wa Ta'ala mencintai dan dicintai. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman di dalam surat Al-Ma'idah: 54, yang artinya: "Maka Allah akan mendatangkan satu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai Allah."
Mereka yang dicintai Allah Subhannahu wa Ta'ala :
•Attawabun (orang-orang yang bertau-bat), Al-Mutathahhirun (suka bersuci), Al-Muttaqun (bertaqwa), Al-Muhsinun (suka berbuat baik) Shabirun (bersa-bar), Al-Mutawakkilun (bertawakal ke-pada Allah) Al-Muqsithun (berbuat adil).
•Orang-orang yang berperang di jalan Allah dalam satu barisan seakan-akan mereka satu bangunan yang kokoh.
•Orang yang berkasih-sayang, lembut kepada orang mukmin.
•Orang yang menampakkan izzah/kehormatan diri kaum muslimin di hadapan orang-orang kafir.
•Orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) di jalan Allah.
•Orang yang tidak takut dicela manusia karena beramal dengan sunnah.
•Orang yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah sunnah setelah menyelesaikan ibadah wajib.
SEBAB-SEBAB UNTUK MENDAPATKAN CINTA ALLAH Subhannahu wa Ta'ala
•Membaca Al-Qur'an dengan memikir-kan dan memahami maknanya.
•Berusaha mendekatkan diri kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dengan ibadah sunnah setelah menyelesaikan ibadah yang wajib.
•Selalu mengingat Allah Subhannahu wa Ta'ala , baik de-ngan lisan, hati maupun dengan anggota badan dalam setiap keadaan.
•Lebih mengutamakan untuk mencintai Allah Subhannahu wa Ta'ala daripada dirinya ketika hawa nafsunya menguasai dirinya.
•Memahami dan mendalami dengan hati tentang nama dan sifat-sifat Allah.
•Melihat kebaikan dan nikmatNya baik yang lahir maupun yang batin.
•Merasakan kehinaan dan kerendahan hati di hadapan Allah.
•Beribadah kepada Allah pada waktu sepertiga malam terakhir (di saat Allah turun ke langit dunia) untuk bermunajat kepadaNya, membaca Al-Qur'an , merenung dengan hati serta mempelajari adab dalam beribadah di hadapan Allah kemudian ditutup dengan istighfar dan taubat.
•Duduk dengan orang-orang yang memiliki kecintaan yang tulus kepada Allah dari para ulama dan da'i, mendengar-kan dan mengambil nasihat mereka serta tidak berbicara kecuali pembica-raan yang baik.
•Menjauhi/menghilangkan hal-hal yang menghalangi hati dari mengingat Allah Subhannahu wa Ta'ala .
(Disadur dari kalimat mutanawwi'ah fi abwab mutafarriqah karya Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd oleh Abu Muhammad).
Kamis, 28 Agustus 2008
cuma curhat
Entah mesti bilang apa kali ini.?, lagi-lagi mesti pulang malam. Alloh, hitung tiap jenak ini sebagai penghapus khilaf khilaf ku dimasa lalu, yah?...
Yup, Usulan Program Bantuan Perumahan Mustahik yang kami tujukan untuk Menpera, kembali diminta untuk revisi ulang. Hmmm, Subhanalloh yah...padahal sejak kemarin kemarin lalu, aku sudah pulang malam, untuk mengerjakannya.
Mungkin..., apa yang aku lakukan untuk program ini belum maksimal. Tapi jujur, jika usulan ini ditolak hanya karena masalah "pelicin", aku sungguh-sungguh tak terima.
Alloh....
Tetapkanlah husnuzhon ini untuk terus hadiri tiap fikir relungku
Berikan pengertian tertinggi untuk ummi ku dirumah
dan mudahkanlah....
setiap kebaikan yang kami jalani ini ya Alloh...
Berikan kesabaran....
Untuk mereka yang mengharapkan kami menjadi jembatan untuk menggapai barokahMu yaa Rahmaan...yaa Rahiim...
Intanshurulloha yanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum, Jika kamu menolong agama Alloh, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukan mu.
==Semangad Nia!!! Alloh Bersama Slalu !!==
Rabu, 27 Agustus 2008
Tips Sehat Berpuasa
Dalam beberapa waktu lagi kita akan menghadapi bulan suci Ramadhan, dimana umat Islam diwajibkan untuk melaksanakannya. Banyak para ahli yang setuju bahwa puasa akan menjaga tubuh kita dari beberapa penyakit diantaranya :
- Menjaga kadar kolesterol darah
- Mengurangi radikal bebas dalam tubuh
- Mengurangi resiko penyakit diabetes tipe 2
Selain itu, seperti dijelaskan oleh dokter Probosuseno SpPD, spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Dr Sardjito, Yogyakarta, ada beberapa manfaat lain dari puasa untuk kesehatan yaitu :
* Mendorong terjadinya rejuvinasi (pergantian) sel-sel tubuh
* Membantu menurunkan tekanan darah bagi yang menderita tekanan darah tinggi. Berat badan juga akan turun.
* Dispepsia (maag) fungsional kebanyakan akan membaik berkat puasa
* Penyakit kulit khususnya jamur akan lebih cepat membaik
* Puasa dapat meningkatkan volume semen, persentase spermatozoa hidup dan jumlah total spermatozoa.
Lakukan dengan benar
Berikut adalah langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan dengan benar sesuai dengan kaidah agama juga kesehatan agar puasa kita memberikan hasil yang optimal :
1. Makan dan minum yang cukup, sekitar 8-10 gelas sehari, Minum air di sini tidak selalu berarti air putih semata, tetapi minum teh, susu, jus buah, koktil buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dalam jumlah air yang kita konsumsi.
2. Untuk kebutuhan kalori, biasanya wanita membutuhkan kalori sekitar 1.900 kalori, sementara pria 2.100 kalori. Kalori sebanyak ini bisa terpenuhi dari makanan dan minuman yang disantap selama sahur dan buka puasa. Untuk makanan, sebaiknya pilih makanan alami karena lebih aman. Misalnya: karbohidrat diperoleh dari nasi, kentang, mi atau jagung.
Protein dari daging, ikan, tempe, tahu, dan lain-lain. Sedangkan sumber vitamin dan mineral ada pada sayuran dan buah-buahan berwarna kuning, hijau tua, dan merah.
3. Saat berbuka puasa, hendaknya tidak makan sekaligus banyak, tapi secara bertahap.
Dimulai dengan menikmati makanan ringan atau minuman yang manis-manis. Jika Anda suka kurma, makanlah buah yang berasa manis ini. Selain berguna untuk menyuplai energi, kurma juga kaya kandungan zat gizi seperti kalium, magnesium, nia sin, dan serat
4. Sedangkan pada saat sahur, meski kurang bernafsu untuk makan karena rasa kantuk belum hilang, sebaiknya digunakan sebaik-baiknya. Ada anjuran untuk makan sahur selambat mungkin, kira-kira setengah jam sebelum Imsak. Tapi ingat, sebaiknya makan sahur tidak terlalu kenyang, kira-kira sepertiga dari kebutuhan kalori sehari
5. Jika tidak bisa makan nasi dalam jumlah yang cukup banyak (karena ada perubahan pada lambung dan gerakan usus) cobalah untuk makan camilan. Untuk mencegah sembelit, sebaiknya sayur dan buah dikonsumsi setiap hari. Jika perlu mengonsumsi suplemen
6. Istirahat di waktu siang hari. Ini berguna untuk menghindari keluarnya keringat yang sangat banyak
7. Jika ingin olahraga, bisa dilakukan pada sore hari sekitar satu atau setengah jam sebelum berbuka.
Kamis, 21 Agustus 2008
seuntai pinta....
Ku rasa kan degup itu semakin dekat saja
Ku rasa kan rindu itu semakin jelas saja
Ku rasa kan cinta itu semakin dalam saja
Alloh ku ....
Izinkan ku tempatkan cinta ini diatas Ridho Mu
Izinkan ku letakkan cinta ini beralaskan Barokah Mu
Alloh ku ....
Biarkan ku jaga hati ini hanyalah untuk ia
ia yang sudah Kau tetapkan untukku
ia yang kelak akan menjadi qawwam ku
Ayah dari jundi jundi ku..
Alloh ku .....
Sampaikan salam ku untuk nya
Untuk seseorang yang kini menempati ruang di hati ku
Untuk seseorang yang selalu ada dalam tiap tiap do'aku
walau aku tak tahu, siapa kah ia?
walau aku tak akan pernah mau, melukis wajahnya, dalam setiap do'a ku..
Biar ia tetap menjadi rahasia Mu...
Biar ia tetap menjadi rahasia sebelum saat akad itu terijabkan...
Alloh ku....
Katakan pada ia...
Bahwa aku hanya ingin ia jemput dengan cara Mu
Bahwa aku hanya ingin ia bawa dengan kereta Sakinah dan Mawaddah Mu
Bahwa aku mencintanya karena Mu
Bahwa aku merindunya karena Mu
Dan katakan
Jika ia tak siap menjemputku
Jika ia tak mampu membawaku
Maka biarkah cinta ini tumbuh hanya pada Mu
Maka biarkan rindu ini mekar hanya pada Mu
Dan biarkan aku menjalani hidup ku
Sama seperti dulu .....
Sebelum ia hadir ....
Pada Mu ku berharap cinta..
Pada Mu ku gantung Do’a ........
Pada Mu ku titip pinta ......
Dengan sangat .......
Cinta MU
--Nia--
Berhentilah...
Ukhty fillah yang dirahmati Alloh..
Sengaja ku tulis ini semua, agar kau tahu, apa yang sebenarnya ku rasakan selama ini...
Ukhty....
Kadang ada lelah yang terasa disini
Kadang ada jenuh yang terus saja menari di sisi relung hati
Sungguh, aku hanya manusia biasa dengan banyak cacat dan cela
Bukan manusia sempurna seperti kata mu...
Ukhty....
Berhentilah....
Berhentilah menjadi bayang bayang ku
Berhentilah menjadi "seperti" aku...
Berhentilah ukhty...
Bahwa sungguh, idola kita sebenarnya adalah Rasulullah
Bahwa sungguh teladan kita hanyalah ia
Bukan aku!!!
Bukan aku!!!
Maka berhentilah ukhty....
Berhenti ingin seperti menjadi diriku..
Lepas semua topeng mu yang ingin menjadi aku
Tanggalkan tiap kata kata yang ingin seperti aku
Dan jadilah dirimu sendiri
---untuk mu yang selalu saja membayangi---
Kamis, 14 Agustus 2008
Karena aku ada
Baksos menyambut ramadhan, yup, agenda inilah yang beberapa pekan lalu sedikit banyak menguras waktu waktu malam ku (maaf ya ma). Di agenda kali ini, aku juga banyak mengambil hikmah yang memang sengaja Alloh siapkan untuk ku (terimakasih Alloh). Mulai dari ide yang begitu saja muncul untuk mengadakan baksos, indibath hingga totalitas yang harus kami leburkan pada agenda kali ini.
Bayangkan (coba deh bayangin hehe), ide ini baru saja diungkapkan oleh ummi ku, pada tanggal 27 Juli 2008, well, waktu yang lumayan singkat. Kami (aku dan teman2 pengajian ku) beserta satu kelompok pengajian lain yang tak aku kenal, hanya diberikan waktu sekitar 2 minggu untuk mempersiapkan segalanya. Mulai dari dana, setting acara, dsbnya.
"Masya Alloh, sanggupkah kami? " pekik ku saat itu. Tapi tak lama kemudian, aku tersenyum optimis pada ummi ku. Ku katakan saat itu "Siap mi, sebagai jundiyah, ana siap menerima tugas dari ummi. Allohu Akbar". Hening saat aku berucap kata itu, teman-teman ku seolah ingin mengatakan dalam tatapan mereka "Nia, kamu yakin..?? ". Dan benar saja, kata itulah yang keluar dari seorang ukhty yang kami tuakan di forum "Little Nia, are u sure about this..?" tanya nya dengan wajah serius. Hmm, aku hanya bisa tersenyum saat itu, dan mengatakan dengan tegas "Yes my dear, i'm really really sure, ingatlah...kita bisa jika kita yakin kita bisa. Kita hanya perlu niat tulus dan totalitas dalam menjalaninya. okeh".
Lagi-lagi, jawaban ku diterima oleh teman-teman yang lain. Bismillah, ucapku dalam hati. "Alloh, mudahkan gerak gerak ini dalam menggapai keridhoan Mu...". Ummi pun mengatakan bahwa tugas membuat proposal, kupon, dan setting acara adalah tugas kelompok ku, sedang tugas mempersiapkan santunan, humas, peralatan dan persiapan tempat adalah tugas kelompok pengajian yang lain. dan tahu?, tanggal 30 Juli 2008, proposal harus sudah selesai kami kerjakan, termasuk kupon-kupon untuk menggalang dana. Demikian apa yang dikatakan ummi ku. Glek. cuma 2 hari waktu buat proposal??.Hehe, aku cuma bisa tersenyum, sedang teman-teman ku, "bisa kan nia..?". "Iyah...pasti bisa kok. Percaya deh sama Alloh. Innalloha ma ana" ucapku kembali menyemangati.
Terencana. yah, inilah yang aku mau. Saat dikatakan tanggal 30 Juli Proposal dan kupon harus selesai, maka proposal itu memang harus sudah selesai. Demikian yang aku dan teman-teman sepakati. dan Alhamdulillah....tepat di tanggal 30 Juli saat syuro kedua diadakan di kebun raya bogor, proposal dan kupon kami, telah selesai dan siap dibagikan. Allohu Akbar!!. Target yang kami akan berikan untuk baksos adalah : santunan pendidikan untuk 30 anak yatim, santunan untuk janda 20 org, santunan dhu'afa 20 org, pelayanan kesehatan untuk 100 org, serta tausiyah menyambut ramadhan. Total dana yang kami butuhkan adalah sekitar 10 juta rupiah. Well, 10 juta?? dua minggu?? hemm, pasti bisa (mode pede plus optimis kebangetan on) Hee..
10 Agustus 2008
Waktu pun terus berlalu, tibalah saatnya kami dipertemukan dengan kelompok pengajian yang lain untuk syuro gabungan. Astaghfirullah, betapa seringnya aku menggigit bibir karena menahan rasa kecewa. Ternyata, kelompok yang satu itu, belum menyiapkan apa-apa, termasuk publikasi, peralatan dan persiapan tempat. Aku yang sejak tadi diam mengamati, berontak. Dengan tegas ku katakan, "jika begitu, apa yang sudah kalian persiapkan?? ". Mereka pun terdiam. Ishbir, ishbir, desah ku mengelola jiwa ku. Bismillah.... akhirnya aku katakan pada mereka "Apa yang bisa kami bantu ukhty, mari kita kerjakan bersama-sama, jika merasa berat disana, silakan berbagi disini, tafadholy..." ucapku sambil tersenyum ke mereka. Lantas mulai lah mereka membacakan hal-hal yang dirasa berat untuk dikerjakan.
Teman-teman ku enggan, mereka mengatakan bahwa tugas sudah dibagi-bagi, maka mereka lah yang harus bertanggung jawab. Aku terdiam mendengarnya. "Haruskah...??" desir ku. Akhirnya, tanpa bermaksud ingin menguasai semuanya, ku katakan pada mereka, "Biar ana yang melakukan apa apa yang belum kalian kerjakan. Sendiri". Teman-teman ku pun terperanjat, tapi kemudian langsung tersenyum, mereka sudah faham betul sifat ku. Dengan sedikit bercanda, teman-teman ku mengatakan "ayoo de, kamu yang kerjain sendiri yah??, ga boleh minta bantuan kita lho.....inget itu yah, jendral kecil..hehehe". Dan langsung saja ku jawab "iyaaa....kaka kaka, aku yang ngerjain sendiri.. wee". hehe.
Jujur, kadang aku takut dikatakan otoriter dan ingin menguasai segala tugas, padahal bukan itu yang aku maksud. Aku hanya ingin kita semua sama sama bergerak, jika mereka tak mau bergerak, maka aku siap mengambil ladang itu. Bukankah itu sejatinya da'wah, jika masih banyak orang yang merasa enggan bercocok tanam di dunia untuk dipanen kelak di akhirat, maka kita lah yang berlomba-lomba mengambilnya. Kita ada untuk bermakna. Bukan sekedar bertopang dagu. Bahkan setiap diri seorang muslim sesungguhnya adalah orang-orang yang terbaik, sesuai dengan firman Alloh :
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (al imran :110).
Maka dengan bismillah, perlahan tapi pasti, tugas tugas itu ku kerjakan, walau terkadang, aku harus tiba dirumah pada pukul 20.30 WIB. Kini, sisa dana yang masih harus dikumpulkan adalah sekitar 400ribu rupiah. Semoga, di detik detik terakhir, dana itu, mampu kami kumpulkan. Semoga Alloh mempermudah jalan perjuangan kecil kami.
Akhirnya, menjadi ada lah untuk bermakna, karena setiap kita akan pergi, dan hanya amal lah yang akan kita bawa ke kampung akhirat nanti.
Seonggok kemanusiaan terkapar, siapa yang mengaku bertanggungjawab? bila semua menghindar, biarlah saya yang menanggungnya semua, atau sebagiannya…
(Ust. Rahmat Abdullah)